PENAMBAHAN KITOSAN TERHADAP KARAKTERISTIK BIOFOAM PATI UMBI GARUT DAN SELULOSA SEKAM PADI

Authors

  • Najuari Syawalia Politeknik Negeri Jakarta
  • Rina Ningtyas

Keywords:

biofoam, kitosan, pati garut

Abstract

Styrofoam merupakan limbah berbahaya di dunia karena menimbulkan banyak penyakit. Cara untuk meminimalisirnya adalah dengan membuat kemasan alternatif biodegradable foam (biofoam). Bahan baku utama pembuatan biofoam adalah pati. Penambahan kitosan juga dilakukan untuk memperkuat karakteristik biofoam yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kitosan pada biofoam. Biofoam dibuat dengan pati garut dan kitosan yang divariasikan dari 0%, 1%, 3% dan 5%. Biofoam dibuat menggunakan metode baking  proses. Semua bahan diaduk dengan mixer hingga adonan homogen dan mengembang. Campuran yang telah tercampur rata dipanggang dalam oven pada suhu 70°C selama 8 jam. Biofoam yang dihasilkan diuji karakteristiknya yang meliputi uji daya serap air, kadar air, dan biodegradasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biofoam tanpa penambahan kitosan memiliki daya serap air yang lebih tinggi. Kadar air biofoam akan berkurang dengan penambahan kitosan di dalamnya. Biofoam semakin sulit terdegradasi di dalam tanah seiring dengan meningkatnya kitosan.

References

P. Suhaila, “Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Wadah

Styrofoam Sebagai Kemasan Makanan Pada Penjual Jajanan Di Kecamatan

Medan Johor Kota Medan Tahun 2019,” INSTITUT KESEHATAN

HELVETIA, Medan, 2019.

B. Sipahutar, “Pembuatan Biodegradable Foam Dari Pati Biji Durian

(Durio Zibethinus) Dan Nanoserat Selulosa Ampas Teh (Camellia

Sinensis) Dengan Proses Pemanggangan,” UNIVERSITAS SUMATERA

UTARA, 2020.

N. Hendrawati, E. Novika Dewi, and S. Santosa, “Karakterisasi

Biodegradable Foam dari Pati Sagu Termodifikasi dengan Kitosan Sebagai

Aditif,” vol. 2019, no. 1, pp. 47–52, 2019, [Online]. Available:

www.jtkl.polinema.ac.id

M. P. Paramita, “Pengaruh Variasi Waktu Dan Suhu Proses

Thermopressing Pada Pengembangan Biodegradable Foam Berbasis

Tapioka Dan α- Selulosa Kulit Singkong,” UNIVERSITAS

MUHAMMADIYAH SURAKARTA, Surakarta, 2019.

Y. Darni, L. Lismeri, G. Devi, M. Hanif, and M. Ridho Ulya, “Pengaruh

proses ultrasonikasi terhadap ukuran serat selulosa dari batang sorgum,”

Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri, vol. 01, no. 01, pp. 1–007, 2020.

Cengristitama and V. Dwi Nur Insan, “Pemanfaatan Limbah Sekam Padi

dan Minyak Jelantah Untuk Pembuatan Bioplastik,” vol. 14, no. 1, 2020.

N. Fiqinanti, Zulferiyenni, Susilawati, and F. Nuariny, “Karakteristik

Biodegradable Film dari Bekatul Beras dan Selulosa Sekam Padi,” Jurnal

Agroindustri Berkelanjutan, vol. 1, no. 2, pp. 283–293, 2022.

C. Irawan, Aliah, and Ardiansyah, “Biodegradable Foam dari Bonggol

Pisang dan Ubi Nagara sebagai …,” Jurnal Riset Industri Hasil Hutan,

vol. 10, no. 1, pp. 33–42, 2018.

S. S. Gani and H. Kusumayanti, “The Optimization of Additional of

Glycerol on the Biodegradable Foam from Corn Husk,” Journal of

Vocational Studies on Applied Research, vol. 4, no. 1, pp. 18–26, Aug.

, doi: 10.14710/jvsar.v4i1.14303.

N. Hendrawati, Y. I. Lestari, and P. A. Wulansari, “Pengaruh Penambahan

Kitosan dalam Pembuatan Biodegradable Foam Berbahan Baku Pati,”

Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan, vol. 12, no. 1, p. 1, May 2017, doi:

23955/rkl.v11i2.5002.

G. P. Lazuardi and S. E. Cahyaningrum, “Pembuatan dan Karakterisasi

Bioplastik Berbahan Dasar Kitosan dan Pati Singkong Dengan

Penambahan Plasticizer Gliserol,” UNESA Journal of Chemistry, vol. 2, no.

, 2013.

R. Tri Yuniastuti, Muryeti, and S. Imam, “Sintesis Bioplastik Dengan Pati

Biji Alpukat, Selulosa Sabut Kelapa, Sorbitol dan CMC Serta Penambahan

Kitosan.”

P. R. Sihombing, M. Z. Al-Ghifari, F. I. Maulana, and A. Ngatin,

“Pengaruh Konsentrasi Kaolin dan ZnO denganPenambahanPVOHTerhadap KarakteristikBioplastik Berbasis Pati,”

in ProsidingThe 13th Industrial Research Workshop and National Seminar,

, pp. 13–14.

S. R. Matondang, “Pembuatan Biofoam Dari Pati Tapioka Dan Serabut

Kelapa (Cocos Nucifera) Sebagai Alternatif Pengganti Styrofoam,”

Politeknik Negeri Jakarta, Depok, 2019.

S. Bahri, Fitriani, and Jalaluddin, “Pembuatan Biofoam dari Ampas Tebu

dan Tepung Maizena,” Jurnal Teknologi Unimal, vol. 10, no. 1, pp. 24–32,

R. Mustapa, F. Restuhadi, and R. Efendi, “Pemanfaatan Kitosan Sebagai

Bahan Dasar Pembuatan Edible Film Dari Pati Ubi Jalar Kuning,” 2017.

Downloads

Published

2024-01-09