A Uprating Transformator Distribusi untuk Menghindari Overload di PT PLN (Persero) UP3 Bandengan Uprating Transformator Distribusi untuk Menghindari Beban Lebih di PT PLN (Persero) UP3 Bandengan Section Articles

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Tiara Indah Pratiwi
Dezetty Monika
Isdawimah

Abstract

Kebutuhan energi listrik yang terus bertambah mengharuskan PLN untuk terus melakukan pembangunan dan mempertahankan kualitas energi listrik. UP3 Bandengan melakukan uprating transformator distribusi yang bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan akibat beban lebih dan memaksimalkan kerja transformator dalam menyalurkan energi listrik ke pelanggan. Kegiatan ini dilakukan pada salah satu gardu pasang dalam dengan nomor gardu A92 karena transformator telah mencapai kondisi overload dengan kapasitas kerja 97,5%, nilai ini melebihi kapasitas normal kerja transformator yaitu sebesar 80%. Sehingga transformator harus di ganti dari 400 kVA menjadi 630 kVA, hal ini mengakibatkan persentase pembebanan turun menjadi 62,42%. Untuk mempertahankan kondisi instalasi, diperlukan penambahan penghantar di sisi sekunder transformator ke arah PHB-TR yaitu menjadi NYY 7 x 1 x 240 mm2. Dilakukan pula pengukuran tahanan isolasi dan di dapatkan hasil tahanan isolasi memenuhi nilai tahanan isolasi minimum untuk transformator 630 kVA.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Pratiwi, T. I., Dezetty Monika, & Isdawimah. (2024). A Uprating Transformator Distribusi untuk Menghindari Overload di PT PLN (Persero) UP3 Bandengan: Uprating Transformator Distribusi untuk Menghindari Beban Lebih di PT PLN (Persero) UP3 Bandengan. Seminar Nasional Teknik Elektro, 9(1), 1–6. Retrieved from https://prosiding.pnj.ac.id/SNTE/article/view/805

References

  1. G. Risky Iriando and A. Imam Agung, “Studi Koordinasi Sistem Proteksi Pada Transformator 20Kv Di Jaringan Distribusi 20Kv Penyulang Bandilan,” J. Tek. Elektro, vol. 08, no. 03, pp. 611–618, 2019.
  2. S. Samsurizal and B. Hadinoto, “Studi Analisis Dampak Overload Transformator Terhadap Kualitas Daya Di PT. PLN(Persero) Up3 Pondok Gede,” Kilat, vol. 9, no. 1, pp. 136–142, 2020, doi: 10.33322/kilat.v9i1.784.
  3. R. Rezandi, “Mutasi Transformator Untuk Mencegah Terjadinya Gangguan Beban Lebih Di Pt. Pln (Persero) Ulp Tambun,” p. 54, 2020, [Online]. Available: http://156.67.221.169/3518/
  4. P. Harahap, M. Adam, and A. Prabowo, “Analisa Penambahan Trafo Sisip Sisi Distribusi 20 Kv Mengurangi Beban Overload Dan Jutah Tegangan Pada Trafo Bl 11 Rayon Tanah Jawa Dengan Simulasi Etab 12.6.0,” RELE (Rekayasa Elektr. dan Energi) J. Tek. Elektro, vol. 1, no. 2, pp. 62–69, 2019, doi: 10.30596/rele.v1i2.3002.
  5. I. M. A. Wiryawan, I. P. Sutawinaya, and I. W. R. Sutrawan, “Analisis Perbandingan Antara Penggunaan Dalam Menganggulangi Drop Tegangan Pada Gardu Distribusi KA 0819 Penyulang Mumbul,” J. Log., vol. 15, no. 3, pp. 159–163, 2015.
  6. U. P. Nasional, “Mengatasi Overload Pada Transformator Gardu,” vol. 2, pp. 82–91, 2023.
  7. R. Adi Chandra, “Workshop trafo distibusi 3,” no. September, 2020.
  8. Hendry Luase, “Mutasi Transformator Distribusi Gardu Hengkase HT4AB0 Dari 25 kVA Ke 50 kVA Untuk Menghindari Kerusakan Akibat Beban Lebih,” Lap. Akhir, vol. 1, no. 201310200311137, pp. 78–79, 2015, [Online]. Available: http://repository.polimdo.ac.id/325/
  9. PT. PLN (PERSERO), “Transformator Tenaga,” no. 1, pp. 1–156, 2014.
  10. Z. Abidin, “Penyedia Daya Cadangan Menggunakan Inverter,” J. INTEKNA, no. 2, pp. 102–209, 2014.