Furnace Evaporator dengan Monitoring dan Kontrol berbasis Programmable Logic Control


tossin jurnal

Abstract


Furnace Evaporator (FE) adalah instrument yang memiliki dua (2) fungsi sebagai furnace dan evaporasi, dalam upaya meningkatkan kapasitas material kedua aktifitas sangat dibutuhkan. Furnace Evaporator  pertama kali di patenkan oleh Pierce, James Louis, tahun 1917, menggunakan  sumber energi dari gas, digunakan untuk pengolahan bahan alam.

Furnace Evaporator (FE)   yang dirancang  ini menggunakan sumber energi  panas (heater) dari listrik, untuk selanjutnya menjadi prototipe FE dengan  Temperatur kerja dari 50°C-900˚C, dan  pengontrolan panas berbasis Programable Logic Control (PLC).  Prototipe FE  memiliki dua pintu horisontal dan vertikal, dengan luas ruang bakar sekitar 36 cm3.

Hasil pengujian menunjukkan Prototipe Furnice Evaporator (FE) memiliki keakuratan dalam membangkitkan Panas, nilai temperatur pada layar monitor HMI jika dibandingkan dengan alat ukur dengan Thermocouple meter memilki nilai chi square (R2)  sebesar 0,995.  Pengujian operasi dilakukan pada tiga (3) kondisi yaitu saat tudung Prototipe ditutup (C1) , setengah tertutup(C2) dan terbuka (C3), hasilnya memiliki respon resolusi temperatur  yang berbeda yaitu,  2,14 V/s, 1,25 V/s dan 0,83 V/s.  Jika ketiga parameter tersebut  digabungkan  memilki hubungan yang tidak linier dengan nilai chi square (R2) 0.9939 yang artinya berhubungan secara signifikan..


Keywords


Furnace, Evaporator, Monitoring, Programmable Logic Controlled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.