PERANCANGAN APLIKASI PEMANTAUAN DAN PENGENDALIAN SUHU SHELTER BTS


Bagaskara Farhan Jauza, Yenniwarti Rafsyam

Abstract


Jaringan seluler saat ini sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk masyarakat agar mereka bisa menjalankan aktifitas. Hal ini membuat provider menyediakan BTS di berbagai lokasi agar masyarakat bisa menikmati jaringan seluler dimana saja. provider memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan membuat perangkat BTS beroperasi selama 24 jam. Hal ini membuat perangkat indoor yang terdapat pada shelter BTS cepat panas dan rentan rusak karena terjadinya overheat. Oleh karena itu, dibutuhkan perangkat untuk mengendalikan suhu shelter BTS. Perangkat ini dapat membantu provider dalam mengendalikan suhu shelter BTS dengan cara mengendalikan AC agar suhu pada ruangan tidak melebihi batas suhu maksimum yang bernilai 24°C. Perangkat tersebut berbasis IOT menggunakan sistem mikrokontroler wemos D1 yang terhubung dengan jaringan internet. Perangkat ini menggunakan sensor suhu LM35 untuk memantau suhu ruangan. Data sensor suhu dikirim oleh mikrokontroler melalui access point yang terhubung dengan internet dan datanya tersimpan di database. Sistem ini diimplementasikan dengan jaringan internet sehingga android dapat melihat datanya secara realtime. Pengujian yang telah dilakukan melakukan perbandingan data suhu pada aplikasi android dengan LCD karakter yang terhubung dengan mikrokontroler mendapatkan hasil yang sama yaitu pada aplikasi android mendapatkan suhu sebesar 22˚C dan pada LCD mendapatkan suhu sebesar 22˚C.


Keywords


IoT

References


Herlinah. (2019). Pemograman Aplikasi

Android. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Hidayat, Taufik. (2019). Fungsi Access

Point dalam Jaringan Internet, Penting Diketahui. www.unida.ac.id. [17 Juli 2020]

Niko. (2014). Penjelasan LengkapTentang

Hasil Ping. www.pintarkomputer.com. [17 Juli 2020]

Supu, Idawati. (2016). Pengaruh Suhu

Terhadap Perpindahan Panas Pada Material Yang Berbeda. Jurnal Dinamika.

Wulandari, Rika. (2016). Analisis QoS

(Quality of Service) Pada Jaringan Internet (Studi Kasus : UPT Loka Uji Teknik Penambangan Jampang Kulon – LIPI), 2, 163-166.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.