SETTING OVERCURRENT RELAY DAN GROUND FAULT RELAY PADA KUBIKEL 20 KV DI PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAKARTA RAYA


Lazuardi Wahyu Pratama

Abstract


Proteksi pada sistem tenaga listrik merupakan bagian yang sangat penting dalan usaha di bidang ketenagalistrikan. PT.
PLN (Persero) sebagai perusahaan yang memonopoli listrik di Indonesia di tuntut untuk senantiasa meningkatkan
kualitas listrik. Penyetelan (setting) relay proteksi sebagai salah satu prosedur penting harus di rancang dengan baik dan
benar agar dapat bekerja apabila terjadi gangguan. Penyetelan (setting) relay menguunakan relay “Micom P123” secara
manual maupun melalui software harus dilakukan dengan langkah langkah yang tepat. Penyetelan (setting) secara
manual melalui keyped pada relay sedangkan penyetelan (setting) relay melalui software menggunakan “Easergy
Studio”. Hal yang harus diketahui dalam setting relay OCR/GFR yaitu nilai Rasio CT yang digunakan pada kubikel dan
hasil perhitungan arus OC/GF beserta waktu tunda yang akan digunakan. Nilai arus setting yang diinput ke relay
OCR/GFR tipe micom P123 merupakan perbandingan antara nilai arus OC/GF dengan nilai Primer CT yang digunakan.
Pada kubikel outgoing di GIS, berdasarkan perhitungan dengan CT 800/5 arus setting OC yaitu 0.38 In, MOCI 1 yaitu 5
In dan MOC2 7.5 In. Sedangkan arus setting GF yaitu 0,1 Ien, MGF1 1 Ien dan MGF2 1.125 Ien pada kubikel outgoing
di GIS.


Keywords


Relay Proteksi, Setting GFR, Setting OCR, Kubikel 20KV

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.