Validasi Gerakan Animasi Hasil Rekam Gerak Tanpa Penanda Tarian Tradisional “TIDI”


Irwan Karim, Fajar Hermawanto

Abstract


Salah satu upaya pelestarian budaya suatu bangsa adalah dengan membuat dokumentasi yang dapat bertahan untuk
jangka waktu lama. Beberapa bentuk dokumen yang umum dikenal diantaranya adalah naskah-naskah, buku, prasasti
dan lain-lain. Seiring perkembangan peradaban manusia, terutama pesatnya perkembangan teknologi saat ini,
pendokumentasian tidak lagi sebatas lembaran-lembaran kertas pada sebuah buku, akan tetapi penyimpanan dokumen
bergeser ke bentuk elektronik. Bentuk dokumen tidak sebatas dokumen teks, tapi juga sudah dalam bentuk
multimedia. Salah satu bentuk dokumen multimedia yang dapat diolah adalah dokumen yang diproduksi dengan
menggunakan teknologi rekam gerak. Tarian tradisional sebagai salah satu seni budaya yang patut untuk kita jaga
tidaklah cukup disimpan hanya dalam bentuk narasi atau gambar diam saja, penyimpanan dalam bentuk gambar
bergerak tentunya lebih tepat jika akan digunakan untuk pemelajaran tarian. Rekaman tarian dalam bentuk tiga dimensi
(3D) tentunya lebih baik untuk digunakan sebagai referensi pemelajaran. Dengan menggunakan teknik motion capture,
kita dapat membuat dokumentasi tarian 3D, namun untuk membuat rekaman 3D dengan presisi tinggi, kita terkendala
dengan mahalnya perangkat rekam. Untuk menekan biaya, kita dapat menggunakan perekam 3D dengan harga
terjangkau, namun hasil rekamannya yang kurang baik memerlukan tindakan penyuntingan yang membutuhkan effort
lebih. Untuk mengurangi effort dalam melakukan penyuntingan, dalam penelitian ini kami mengajukan sebuah teknik
penyuntingan alternatif dengan mengolah kembali potongan-potongan frame yang rusak pada hasil perekaman
menggunakan metode interpolasi polynomial lagrange .


Keywords


Animation, dance animation, markerless, motion capture, interpolation, lagrange polynomial

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.